logo saribunga alam lestari      

Tentang Herbal  
madu saribunga
Penjelasan Madu "Sari Bunga"
Madu dan Semut
Semut merupakan hama bagi lebah penghasil madu. Seperti yang dijelaskan oleh B. Sarwono "..... Kehadiran semut di sarang lebah madu dapat merugikan produksi karena serangga itu memakan madu, tempayak, lilin dan sisa-sisa pakan lebah.....".
Pendapat tersebut di atas juga didukung oleh Prof. Dr. D.T.H. Sihombing. Guru besar IPB (Institut Pertanian Bogor) menjelaskan "..... menjadikannya sebagai rantaian makanan yang mengangkut madu, telur dan larva....."
Jadi dari kedua pendapat ahli tersebut di atas, setelah melakukan penelitian yang cukup lama, kita simpulkan bahwa semut tetap suka dengan madu.

Adapun yang mengatakan semut tidak suka madu tidak berdasarkan penelitian dan hanya menurut kabar burung saja yang tidak jelas, dan hanya menduga-duga tanpa berdasarkan penjelasan yang ilmiah. Kalaupun semut tidak suka bisa disebabkan oleh faktor fermentasi pada madu yaitu terjadi proses fermentasi pengalkoholan, sehingga semut tidak suka akibat baunya yang menyengat.
(Majalah Intisari)

Madu Mengkristal/ Berubah Warna
Kebanyakan madu pada suhu dingin akan terjadi pengkristalan atau berubah warna keputihan, hal ini disebabkan oleh kandungan zat yang ada pada madu yang bernama dextrosa. Apabila suhu dingin dextrosa dapat mengkristal sesuai dengan sifat zat tersebut, seperti dijelaskan oleh Prof. Dr. D.T.H. Sihombing, guru besar IPB (INstitut Pertanian Bogor). Pendapat tersebut diatas juga didukung oleh RM. Sumo Prastowo, CDA dan R. Agus Suprapto, BA. Juga didukung oleh Tim Redaksi Trubus. Jika terjadi pengkristalan cukup direndamkan dengan air panas beberapa saat sampai madu kembali seperti semula (madu dalam kemasan).

Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu
Madu Asli alami dapat dikenali melalui Aroma, Warna, Rasa, dan Kekentalan.
Produsen berani garansi total, dan jelas serta berani diuji di laboratorium
Ke empat ciri tersebut diatas harus benar-benar diteliti dan memenuhi unsur-unsur yang ada, untuk itu perlu pengalaman yang cukup lama.

Cara pengetesan secara sederhana:

  1. Dengan menggunakan pH meter.
    Madu palsu biasanya memiliki pH 2,4-3,3 atau di atas 5. Sedangkan madu asli mempunyai pH 3,4-4,5.

  2. Teteskan madu di air di atas piring beling putih.
    Ketika piring digoyang ke kiri dan ke kanan, maka sebelum madu itu bercampur akan membentuk segi enam atau sarang lebah. Semakin lama bentuk segi enam itu bertahan, berarti semakin baik nutrisi yang terkandung dalam madu tersebut alias madu asli. Semakin cepat segi enam itu memudar, maka jelaslah itu madu campuran, karena nutrisinya sudah jauh berkurang.

  3. Cara lain yang mungkin mudah dilakukan adalah sama seperti di atas, namun piringnya tidak digoyang-goyang. Cukup didiamkan saja. Madu asli yang memiliki kadar air rendah tidak akan membuat air dipiring menjadi keruh. Sedangkan madu yang telah dicampur atau madu buatan perlahan-lahan akan membuat air menjadi keruh. (perhatian pengetesan ini tidak berlaku bagi madu yang kadar airnya tinggi)

Di Masyarakat berkembang kebiasaan uji keaslian madu yang ditunjukkan menyala ketika dibakar dengan korek api, telur bisa matang, tidak rembes ketika diteteskan pada kertas koran, dan sebagainya. Pengujian tersebut sebenarnya tidak seratus persen benar, masih butuh pembuktian melalui laboratorium.


Sumber:
  1. Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis Lebah Madu. Cetakan ketiga. Agromedia Pustaka. Jakarta. 2003
  2. Ilmu Ternak Lebah Madu. Cetakan Pertama. Gadjah Mada University. Press Yogyakarta. 1997
  3. Beternak Lebah Madu Modern. Cetakan ketiga. Bratara. Jakarta. 1993
  4. Beternak Lebah Madu. Cetakan ke XII. Trubus. Jakarta. 1999
  5. Khasiat dan Manfa´at Madu Herbal. Dr. Adji Suranto, SPA. Agromedia Pustaka. Jakarta.
  6. Catatan Kuliah Institut Latihan Herba al-Wahida (Intibah II). Surakarta. 2006
  7. Membedakan Madu Asli dan Campuran. Majalah Fatawa. Vol.III/No. 01. Yogyakarta. 2006
 
     
      Tentang Herbal lainnya :